Sabtu, 12 Desember 2015

Keyakinanmu yang Kaya Gimana?


Suatu pertanyaan muncul dalam pikiran, apakah kita semua benar-benar tulus menyembah pada-Nya… atau mungkin kita hanya… takut pada neraka dan inginkan surga saja?? Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya? Malah mirip suatu lagu dari dekade 2000-an. Yaa.. kita akan membahas esensi dari lagu tersebut, arti sesungguhnya dari lirik yang ada.

Tiap-tiap individu memiliki keyakinan masing-masing, betul?? Keyakinan berupa seorang juru selamat dengan nama yang berbeda-beda atau keyakinan berupa ketiadaan yang mahakuasa itu sendiri (anda mengenalnya dengan sebutan atheis). Lalu keyakinan tentang adanya surga dan neraka atau karma/hukum sebab akibat/tabur tuai dan lain sebagainya. Keyakinan yang sifatnya pribadi apapun bentuknya ini, pernahkah kalian tilik dasar dari keyakinan tersebut? Keyakinan yang membabi butakah, yang tanpa dasar serta tak punya argument? Keyakinan dengan dasar ketakutan atau berdasarkan mendapat imbalan?

Dalai Lama always wise..

Keyakinan yang tanpa dasar biasanya karena tindakan “cuci otak”, di mana keluarga atau lingkungan atau pemerintah berperan dalam keyakinan itu. Seperti contoh saat kita sekolah apalagi yang berafiliasi dengan agama tertentu, maka suka engga suka pelajaran agama, doktrin-doktrin agama tersebut akan disumpalkan. Lalu keyakinan berdasar rasa takut, guru-guru agama biasanya menggunakan neraka dan dosa sebagai kata kunci, semua tindakan yang tidak sesuai untuk dilakukan selalu diberi imbuhan “masuk neraka” atau “berdosa”. Yang lebih keren lagi sekarang merambah ke dunia media, contoh sinetron berkedok agama tapi isinya mistis, seperti orang berbuat jahat terus tubuhnya saat mati dipenuhi belatung, atau mayatnya mengalami hal-hal aneh yang menjijikan.

Ati-ati kena azab lhoo..

Lalu untuk keyakinan berdasar iming-iming, semakin menunjukkan betapa berpengaruhnya pikiran kapitalis dalam benak masyarakat. Karena dalam dunia kapitalis, semua tindakan mengharapkan imbalan (reward), begitu juga keyakinan di mana keyakinan ada harganya, seseorang berbuat baik demi berharap pada “pahala” yang berbuntut surga. Lhaa yang sulit, keyakinan berdasar pemahaman. Keyakinan tersebut dapat diobrak-abrik diterjang argumentasi, pencarian akan pemahaman ini bisa menghancurkan keyakinan yang sekarang dan memunculkan keyakinan baru atauu.. 
bisa memperkokoh keyakinan kini dan semakin lama diolah oleh waktu akan semakin matang pula keyakinan itu.. apapun keyakinan yang dianutnya…

Seperti inilah esensi dari keyakinan berdasar pemahaman
Dibaca pelan-pelan agar paham dan mudeng ↓
"Pemahaman akan mendatangkan keyakinan, di mana pemahaman tersebut menjadi inti dari pencarian suatu keyakinan."
Have a nice day..

2 komentar:

  1. Yakinlah akan apa yang memang dalam diri anda bukan pengaruh dari luar. Good article;)

    BalasHapus
  2. artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)

    BalasHapus