Sabtu, 12 Desember 2015

Menyikapi Perbedaan Keyakinan yang Selalu Ada


Bila kita membicarakan perbedaan, pasti takkan ada habisnya. Perbedaan selalu bisa membuat kita gampang terjebak dalam perselisihan, pertengkaran, pergesekan, kesalahpahaman, hingga permusuhan dan kekerasan. Gak heran jika kita lebih suka untuk menghabiskan seluruh energi, pikiran, dan waktu dalam diskusi-diskusi untuk sebuah perbedaan yang kecil dan sederhana hanya demi hasil kepuasan hati yang sedikit. Apalagi jika perbedaan tersebut menyangkut perbedaan keyakinan. Ketika keyakinan seseorang beradu dengan keyakinan yang lain, tidak ada kata “mengalah” atau “menerima”. Semua daya dikeluarkan, agar kita mendapat pengakuan dan orang lain menerima bahwa keyakinan kita lebih baik darinya. Ada suatu arogansi dan pride yang terselip dalam perjuangan membela keyakinan kita, entah dalam suatu diskusi atau pembicaraan-pembicaraan. Pahamilah bahwa ketenangan hati setelah menang perdebatan dalam membela keyakinan itu tidak tercipta begitu saja saat semua orang mendukung kita dan menganggukan kepala tanda setuju. Perlu kita sadari bahwa manusia pasti berbeda baik dalam pikiran, alasan, dan pendapat yang dimiliki. Termasuk dalam isi kepala, maka dari itu manusia mempunyai keunikannya masing-masing. Mungkin bagi orang tidak waras kitalah yang dianggap tidak waras, atau menurut teman, ortu, saudara, orang lain, kitalah yang dianggap tidak mengerti dengan maksud pemahamannya.

Mulailah kita mencoba untuk belajar memahami perbedaan keyakinan, dengan menerima, memahami serta menghargai. Kita juga harus menghormati ketidaksetujuan orang lain. Ketidakmampuan kita menerima perbedaan membuat perlakuan kita terhadap orang lain menjadi sangat berbeda. Lebih buruknya lagi jika kita juga menyeret orang lain untuk ikut serta membenci orang yang tidak kita sukai, yang berbeda keyakinan dengan kita.


Keharmonisan tercapai saat kita bisa sepakat saling berjabat tangan untuk "tidak sepakat" (kita setuju bahwa tidak ada persamaan di antara kita dan kita saling menghormati hal tersebut), seperti dalam istilah “win-win or no deal”. Kedamaian hati ada kala kita tidak saling memaksakan kehendak. Marilah memahami perbedaan dengan mencoba menyelami perbedaan dunia orang lain, melihat dari sudut pandang berbeda. Perbedaan tentu seperti sebuah puzzle yang jika digabungkan akan membentuk suatu gambar yang utuh dan indah bukan.


3 komentar:

  1. Good article lanjutkan menulis di blogmu. Semoga dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari hari yaaa

    BalasHapus
  2. artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)

    BalasHapus