Bila kita membicarakan perbedaan,
pasti takkan ada habisnya. Perbedaan selalu bisa membuat kita gampang terjebak
dalam perselisihan, pertengkaran, pergesekan, kesalahpahaman, hingga permusuhan
dan kekerasan. Gak heran jika kita lebih suka untuk menghabiskan seluruh
energi, pikiran, dan waktu dalam diskusi-diskusi untuk sebuah perbedaan yang
kecil dan sederhana hanya demi hasil kepuasan hati yang sedikit. Apalagi jika
perbedaan tersebut menyangkut perbedaan keyakinan. Ketika keyakinan seseorang
beradu dengan keyakinan yang lain, tidak ada kata “mengalah” atau “menerima”. Semua
daya dikeluarkan, agar kita mendapat pengakuan dan orang lain menerima bahwa
keyakinan kita lebih baik darinya. Ada suatu arogansi dan pride yang terselip dalam perjuangan membela keyakinan kita, entah
dalam suatu diskusi atau pembicaraan-pembicaraan. Pahamilah bahwa ketenangan
hati setelah menang perdebatan dalam membela keyakinan itu tidak tercipta
begitu saja saat semua orang mendukung kita dan menganggukan kepala tanda
setuju. Perlu kita sadari bahwa manusia pasti berbeda baik dalam pikiran, alasan,
dan pendapat yang dimiliki. Termasuk dalam isi kepala, maka dari itu manusia
mempunyai keunikannya masing-masing. Mungkin bagi orang tidak waras kitalah
yang dianggap tidak waras, atau menurut teman, ortu, saudara, orang lain,
kitalah yang dianggap tidak mengerti dengan maksud pemahamannya.
Mulailah kita mencoba untuk belajar
memahami perbedaan keyakinan, dengan menerima,
memahami serta menghargai. Kita juga harus menghormati ketidaksetujuan
orang lain. Ketidakmampuan kita menerima perbedaan membuat perlakuan kita
terhadap orang lain menjadi sangat berbeda. Lebih buruknya lagi jika kita juga
menyeret orang lain untuk ikut serta membenci orang yang tidak kita sukai, yang
berbeda keyakinan dengan kita.
Keharmonisan tercapai saat kita
bisa sepakat saling berjabat tangan untuk "tidak sepakat" (kita setuju bahwa tidak ada persamaan di antara kita dan kita saling menghormati hal tersebut), seperti dalam istilah “win-win or no deal”. Kedamaian hati
ada kala kita tidak saling memaksakan kehendak. Marilah memahami perbedaan
dengan mencoba menyelami perbedaan dunia orang lain, melihat dari sudut pandang
berbeda. Perbedaan tentu seperti sebuah puzzle yang jika digabungkan akan
membentuk suatu gambar yang utuh dan indah bukan.



Good article lanjutkan menulis di blogmu. Semoga dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari hari yaaa
BalasHapusgood article! keep writing
BalasHapusartikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)
BalasHapus